Dari berbagai literatur yang mengetengahkan petani sebagai objek penelitian. berbagai kesimpulan tentang motivasi gerakan petani diperoleh. ada 4 pendekatan yang biasa ditemukan. a. pendekatan moral ekonomi yang lebih melihat gerakan petani dikaitkan dengan konteks subsistensi petani. b. pendekatan sejarah yang melihat bahwa gerakan petani lebih didorong oleh motif-motif penegakan tradisi dan budaya yang terancam. c. gerakan radikalisme yang melihat gerakan petani merupakan counter terhadap keadaan yang menjepit dan hampir tidak ada pilihan lain selain melakukan gerakan perlawanan. dan terakhit pendekatan ekonomi politik yang melihat bahwa petani yang selama ini seringkali di stereotipe-kan sebagai kaum marginal yang tidak rasional dibantah. bahwa petani dalam melakukan gerakan selalu dipenuhi pertimbangan-pertimbangan untung-rugi, dan menimbang efek-efek keterlibatannya dalam gerakan.
Dari paparan empat pendekatan diatas diharapkan kajian tentang gerakan petani dapat didekati dan dijelaskan, karena bagaimnaapun gerakan petani selalau akan mewarnai jalannya peradaban dan sejarah manusia. yang penting bagi kita adalah tidak terpaku pada salah satu pendekatan tertentu sehingga tidak terjebak pada miopia keilmuan. harus dilakukan dialog lintas pendekatan untuk menjelaskan fenomena gerakan petani tersebut.
Yang penting juga ketika kita akan melakukan studi dan penelitian terhadap gerakan petani adalah mempertimbangkan konteks dan situasi terjadinya gerakan. ada 3 konteks yang masing-masing dirasa akan selalau terlibat dalam menilai sebuah gerakan. seperti konteks stuktural (negara), sosial (situasi masyarakat), dan indiviudal (budaya petani). bahwa gerakan petani selalu merupakan jejaring yang saling berkait diantara tiga konteks tadi.
Diakhir tulisan ini penulis ingin sekali lagi mengajak semua pihak yang tertarik terhadap kajian-kajian sosial terutama gerakan petani untuk terus menerus intens menyoroti gerakan petani. karena sebagaimana kita tahu bahwa petani ssebagai elemen masyarakat yang selalu dimarginalisasi dan di komoditaskan oleh struktur sosial lain. bagaimanapun merupakan sebuah upaya untuk mengangkat kembali nasib petani menuju nasib yang lebih baik dapat dilakukan ketika kita memperhatikan petani.
Share
Dari paparan empat pendekatan diatas diharapkan kajian tentang gerakan petani dapat didekati dan dijelaskan, karena bagaimnaapun gerakan petani selalau akan mewarnai jalannya peradaban dan sejarah manusia. yang penting bagi kita adalah tidak terpaku pada salah satu pendekatan tertentu sehingga tidak terjebak pada miopia keilmuan. harus dilakukan dialog lintas pendekatan untuk menjelaskan fenomena gerakan petani tersebut.
Yang penting juga ketika kita akan melakukan studi dan penelitian terhadap gerakan petani adalah mempertimbangkan konteks dan situasi terjadinya gerakan. ada 3 konteks yang masing-masing dirasa akan selalau terlibat dalam menilai sebuah gerakan. seperti konteks stuktural (negara), sosial (situasi masyarakat), dan indiviudal (budaya petani). bahwa gerakan petani selalu merupakan jejaring yang saling berkait diantara tiga konteks tadi.
Diakhir tulisan ini penulis ingin sekali lagi mengajak semua pihak yang tertarik terhadap kajian-kajian sosial terutama gerakan petani untuk terus menerus intens menyoroti gerakan petani. karena sebagaimana kita tahu bahwa petani ssebagai elemen masyarakat yang selalu dimarginalisasi dan di komoditaskan oleh struktur sosial lain. bagaimanapun merupakan sebuah upaya untuk mengangkat kembali nasib petani menuju nasib yang lebih baik dapat dilakukan ketika kita memperhatikan petani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thank's a lot