Pernahkah kita mencoba merasa menjadi orang yang pasrah dan tergantung kepada orang lain? tentu saja pernah, yakni manakala kita tak berani konsisten dan mengambil pilihan otonom untuk diri sendiri. mungkin itu yang kita alami ketika kita masih muda, dilahirkan orangtua dan mengemis mereka sampai dewasa. situasi itu mencengkeram kita, kita terbatas untuk lepas dan berkembang. itulah kepasrahan, itulah kekalahan.
Mungkin realitas itulah yang kini juga dirasakan oleh orang-orang terbanyak diantara kita. merekalah petani (25,4%), dan berjuta-juta buruh. mereka pasrah dan bergantung pada kaum pemilik tanah dan bos industri, tidak ada pilihan karena kebutuhan menjadi tuntutan biologis yang harus dituruti. disinilah keterpilahan masyarakat terjadi, yaitu manakala modal dan kepemilkan individuil bebas bertumpuk dan berkuasa. mereka yang tidk punya akses hanya menjadi pegawai, karyawan yang bertugas menjalankan produksi tanpa tahu apa yang dikerjakan. disinilah alienasi berlangsung, mereka terjauh dari apa yang ia hasilkan.
selanjutnaya akumulasi kapital merupakan perilaku rasional para bos-bos besar, kita yang manut-manut saja, hanya jadi aktor yang mati takpunya otonomi.
Share
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thank's a lot