Rabu, 13 Oktober 2010
Dilema Industri Pertanian
Philosophy and
Cultural Studies
Bisnis pertanian? pertanyaan yang konyol namun realistis. konyol sebab seringkali kita asosiasikan tanah dengan hidup/mati petani. dan realistis sebab tanpa menjadikan pertanian sektor industri strategis. Perlahan sektor pertanian akan ditinggalkan petani.
melalui Industri pertanian kita berharap pertanian lebih modern. pertanian di olah secara mekanis dan bersifat massal. apa jadinya kalau terus kita pelihara metode pengolahan sederhana secara manual. cangkul harus di ganti dengan bajak.
saya kadang mernung, tentang kesalahan pikir para aktivis petani. logikanya selalu menyalahkan struktur dan sistem produksi yang salah. namun, mereka abai dan lengah dalam melahirkan solusi. semisal mereka menolak import beras, namun mereka tidak tahu bagaimana agar sektor domestik pertanian dapat produktif dan menghasilkan akumulasi produksi.
Sejarah Industri
masyarakat industri merupakan masyarakat modern, yakni masyarakat rasional yang menjadikan nilai efektivitas dan efisiensi sebagai obor tindakan. industri menolak mitos, manual dan segala hal yang berbau irasional.
dalam perjalannya industri dianggap berdosa. industrialisme dituding menyokong tumbuhnya sistem ekonomi terkejam, yakni kapitalisme industrial. seringkali kita tidak dapat memisahkan antara industrialisme sebagai gejala kemasyarakatan dengan sistem perekonomian. akibatnya selama ini kita dikungkung pada fobia seakan selamanya industrialisme itu kejam dan menindas sebagian terbesar masyarakat (proletar).
sekali lagi kita berfikir jernih, melupakn segala atribut apakah kita orang kanan atau kiri. melihat lebih jelas antara penolakan industrialisme untuk kemaslahatan rakyat. saya tetap pada posisi konservatif, berusaha mempertahankan sistem yang ada saat ini (komodifikasi pertanian), dengan pra-syarat-prasyarat tertentu, antaranya:
1. industri dengan tanggungjaab sosial yang luas atau industri dengan pembatasan hak milik oleh sebagian pemodal.
2. melakukan otokritik terhadap basis petani yang hidup dalam mitos-mitos ketidaksadaran tentang kesejahteraan sehingga situasi kemiskinan sepertinya dipelihara agar tetap hidup.
Bersambung....
Share
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thank's a lot