Siapa otak dibalik peledakan? belum bisa cepat diketahui, selain menduga-duga. Peristiwa yang menghentak kita dan menyulut emosi dan simpati seluruh penjuru bumi ini tentu saja bukan tidak asal-asalan. Ada narasi besar yang telah matang disusun dan dipersiapkan oleh para pelaku.
Banyak analis menganalisis, menghubungkan peristiwa ini dengan politik terutama seputar pasca pilpres, ulah teroris atau kepentingan ekonomis, kapitalis. Semua bisa dan sudah biasa, mebuat praduga dan prasangka perihal sesuatu yang belum benar-benar jelas.
Sekali lagi peristiwa peledakan bom bukan gejala biasa akan selalu berurat akar dan melibatkan banyak aktor. Lihat, bandingkan dan rasakan peristiwa peledakan sekarang dengan peristiwa serupa di masa lalu. kompleksitas pelaku itulah kesimpulannya, bahwa tidak bisa menyalahkan seorang pelaku semata. Terjebak pada sebab-akibat yang kaku akan berakibat fatal, memarginalisasi sebab lain.
Sebuah kejadian peledakan bom saya percaya, seberapa tolol dan bodohnya pasti sudah direncanakan. Sebuah rencana yang matang pasti di landasi semangat dan pertimbangan rasio. Banyak pertimbangan dan banyak alasan yang melatari kejadian bom di Ritz dan Marriot. Pelaku yang tidak ingin mati konyol, mereka juga manusia yang berbeda dengan hewan yang tidak berakal.
Boleh, bolehlah kita mengutuk kejadian ini sebagai sebuah peristiwa yang kejam. Saya tak ingin bersikap mengecam atau membela, hanya harapan dapat hidup damai dalam beda, itu sikap saya. Kita bukan penguasa semesta yang bebas menghakimi orang lain sebagai binatang atau orang jahat. Para pengebom adalah manusia yang wajib dihormati meski menurut kita hati dan rasanya telah mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thank's a lot