jika kerja bagi Marx merupakan sebuah kebutuhan untuk merealisasikan diri tanpa eksploitasi. seharusnya kalangan LSm menyadari bahwa ia bukan sekedar organ penjual isu ke publik. saya yakin seyakinnya bahwa banyak ideolog Marxis yang menginspirasi pemikiran jalan LSm. seperti adanya semangat emansipatif, liberatif yang selalu diperjuangkan banyak LSM.
senyatanya kenapa baru pada dekade awal reformasi ini banyak muncul lembaga swadaya masyarakat, jawabnya tentu saja selain faktor politis adanya dmokratisasi dan reformasi juga faktor ekonomis (profit). seringkali munculnya LSM bukan semakin memberdayakan rakyat melainkan emmperdayai rakyat. mereka masih menjadi objek isu empuk yang dapat dijual kepada founding. itulah kebanyakan kerja LSM kita.
saya merasa apa yang saya pikirkan ini, berdsarkan pandangan saya atas sebuah kasus yang kebetulan menadi judul skripsi ilmu politik saya. sebuah tema tentang gerakan perlawanan petani di salib Putih, Salatiga Jawa Tengah. awalnya saya melihat fenomena peristiwa itu sangat menarik sebab petani sangat rasional dan cukup memiliki keterbukaan pandangan dalam mengikuti gerakan tersebut.
jika awalnya hanya memperoleh informasi dari pers dan internet, saya melanjutkan pencarian data dengan melakukan observasi dilapangan dan berbincang dengan ebberapa orang terkait, diantaranya mahasiswa dan orang-orang LSM. yang saya tangkap dari apa yang mereka bicarakan tentang kronologi kasus ini, memang sebenarnya sangat potensial bagi terjadinya sebuah pergolakan atau gerakan sosial.
gerakan petani disini, didukung oleh fakta-fakta objektif seperti situasi ketertindasan dan eksploitatif. seperti adanya eepreselingkuhan antara pemerinatahan kota dan sebuh PT. sayang dalam perkembangan waktu semuanya terdistorsi dan menjadi kabur esensi konfliknya, banyaknya terlibat aktor LSM, juga terseretnya isu konflik agama yang meluas. jelas hal inilah yang memantik penurunan ekskalasi gerkaan bukan justru memperkuatnya menjadi lebih massif.
kesimpulan saya dari penelitian tersebut menyimpulkan bahwasanya, memang benar petani di salatiga sangat rasinal dalam bersikap, mereka enggan melakukan gerakan sosial sebab tahu apa resiko mereka manakala masuk dalam lingkungan yang hanya menjaual mereka menjadi komoditas saja.
seharusnya kitta tidak perlu muluk-muluk dulu menggambarkan rencana pembaruan agraria, karena petani masih terjepit dalam kehidupan keseharian. dan sebaiknya LSM jangan hanya terdiri dari orang-orang yang hanya tahu cari duit. merekalah pejuang orang tertindas, selayaknya berjiwa volunteer. disinilah penguatan civil siciety dapat diharapkan yakni manakala opposite dan pressure groups mampu bekerja benar-benar bersama masyarakat sipil.
Share
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thank's a lot