Dari orde ke orde, dari yang baru sampai yang paling baru. Genocide
terhadap PKI pasca Gestok, turut menyapu ideologi yang beranasir
Marxisme dan sosialisme dari bumi Indonesia. Tanpa hak membela, PKI di
cap berbahaya dan haram! Tidak diperkenankan mempelajari ideologi ini
apalagi diterapkan.
Buku-buku di bakar, orang-orang di Exile'kan. Sementara diam-diam, dalam pada tindakan itu, sejarah telah kita nafikan sendiri. Apa pasal? Sejak Sneevliet, Bergsma, Dekker, Baars, dkk. datang dari Nederland datang memperkenalkan sosialisme ilmiah, dan berlanjut dengan Malaka, Semaun, Alimin, Darsono, dkk. bangsa kita berhutang gagasan dan metode strategi perjuangan -kompromis ke revolusioner progresif.
Dari orang-orang komunislah saat itu kolonialisme imperialisme Hindia Belanda dan feodalisme yang melintah darat di nusantara bisa dikuliti. Bahkan, Repelita yang dibanggakan Soeharto pun adopsi Stalinisme. Banyak lagi, banyak sekali, kalau kita mau jujur mengakui bahwasanya negara besar Indonesia, semakin tak cocok dengan sistem kapitalisma yang menghisap ala Amerika dan antek-anteknya.

Kelabu di Sekitar Gestok
Share
Buku-buku di bakar, orang-orang di Exile'kan. Sementara diam-diam, dalam pada tindakan itu, sejarah telah kita nafikan sendiri. Apa pasal? Sejak Sneevliet, Bergsma, Dekker, Baars, dkk. datang dari Nederland datang memperkenalkan sosialisme ilmiah, dan berlanjut dengan Malaka, Semaun, Alimin, Darsono, dkk. bangsa kita berhutang gagasan dan metode strategi perjuangan -kompromis ke revolusioner progresif.
Dari orang-orang komunislah saat itu kolonialisme imperialisme Hindia Belanda dan feodalisme yang melintah darat di nusantara bisa dikuliti. Bahkan, Repelita yang dibanggakan Soeharto pun adopsi Stalinisme. Banyak lagi, banyak sekali, kalau kita mau jujur mengakui bahwasanya negara besar Indonesia, semakin tak cocok dengan sistem kapitalisma yang menghisap ala Amerika dan antek-anteknya.
Kelabu di Sekitar Gestok
Gerakan
September 30 atau yang biasa disebut Gestok, merupakan peristiwa sejarah kelam
di negeri ini. Gestok yang diawali penculikan dan pembunuhan sejumlah Jendral,
dan diakhiri dengan pembubaran PKI dan peristiwa pembantaian anggotanya oleh
tentara dan milisi sipil adalah momen sejarah yang mencoreng nurani kebangsaan.
Bahwa bagaimanapun situasinya, kekerasan apalagi pembunuhan terhadap orang-seorang
atau kelompok tidak dapat dibenarkan baik secara moral kemanusiaan atau hukum.
Gestok Tinjauan Elit-Massa
Gestok merupakan konspirasi
politik elitis yang jauh dari norma demokrasi. Di dalam peristiwa tersebut,
pembunuhan dan pembantaian yang melibatkan orang sebangsa-negara dengan dalih
latar belakang politik. Bahwa faksi-faksi politik yang berlangsung saat itu,
dengan sengaja menciptakan kekisruhan yang akhirnya menciptakan permusuhan
diantara sesama massa rakyat.
Sebagai bangsa yang bermartabat
dan bermoral, banyak pelajaran moral yang harus kita petik disini. Sungguh
tidak layak kita biarkan dirii digerus arus dengan melupakan tragedi ini. Bahwa
peristiwa gestok dalam kacamata rakyat adalah moment menjadikan orang-orang
kecil sebagai pion-pion yang dibungkam dan sengaja dimanfaatkan untuk
kepentingan suksesi politik, dari satu orde ke orde lain.
Gestok memandang rakyat dari
kacamata golongan-golongan yang siap di adu domba. Rakyat yang sengaja
dibagi-bagi dalam ideologi-ideologi dan sekte-sekte yang terpisah. Dan
akhirnya, gestok adalah arena dimana masing-masing faksi dalam tubuh rakyat di adu
dan di pertemukan untuk mencari siapa yang lebih kuat dan pantas menang.
Kontroversi Tak Berkesudahan
Gestok senantiasa akan kelabu
dan tidak dapat diungkap secara jernih, apalagi kalau kacamata golongan dan ideologi
masih kita pergunakan. Gestok senantiasa kelabu, kalau masing-masing pemerhati
sejarah, analis politik, maupun korban dan pelaku duduk dan berdiri tak
beranjak dari habitus dari mana ia berasal. Dan akhirnya gestok sebagai
peristiwa yang obyektif, hanya tersisa sebagai teka-teki yang dipenuhi mission
link-mission link ala detektif yang realitasnya sendiri semu dan abu-abu.
Gestok dan pesimisme sejarah
Sebagai
sebuah peristiwa politik, gestok berputar-putar dan kontroversial.
Ilmuwan poltiik gagal memformulasikan, bagaimana konstelasi politik saat
itu berlangsung, sehingga berhasil menyimpulkan siapakah yang secara
politik menjadi pelaku gerakan tersebut. Sementara itu, sejarawan
sosial,masih kebingungan melakukan penafsiran terhadap fenomena tersebut
dan akhirnya menyerahkan pada penarikan kesimpulan bahwa menarik
kesimpulan umum dari kompleksitas peristiwa gestok ini, menjadi sesuatu
yang mustahil?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thank's a lot